puisi tentang sekolah sd
Puisi tentang Sekolah SD: Sebuah Ode untuk Kenangan dan Mimpi
Sekolah dasar, oh sekolah dasar,
Tempat pertama langkahku terasar.
Bukan hanya bata merah dan jendela kaca,
Namun taman mimpi, tempat cita tumbuh bersemi, tak pernah sirna.
Bangku Kayu, Saksi Bisu Pertumbuhan
Di atas bangku kayu yang berderit,
Kisah-kisah kecil mulai terukir.
Tinta menari di buku tulis usang,
Mencipta abjad, menyusun kalimat, membangun jurang pengetahuan yang terang.
Bangku itu saksi bisu,
Tangis karena soal yang tak ku tahu.
Tawa riang saat istirahat tiba,
Berbagi bekal, cerita, juga asa.
Kusut rambut, seragam tak rapi,
Namun semangat belajar tak pernah mati.
Guru sabar membimbing langkahku,
Membuka cakrawala, menunjukkan arah tuju.
Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Guru, engkau pahlawan tanpa tanda jasa,
Menyemai benih ilmu, tanpa lelah dan putus asa.
Dengan sabar kau ajarkan membaca dan menulis,
Membentuk karakter, agar kelak tak salah urus.
Suaramu lantang, menggelegar di kelas,
Menjelaskan rumus, mengurai setiap baris.
Tanganmu lembut, mengusap air mata,
Saat hati gundah, dilanda nestapa.
Anda bukan hanya seorang guru, tetapi juga orang tua, Membimbing, menasihati, dengan cinta dan perasaan. Jasamu tidak akan pernah terlupakan, Abadi terukir di sanubari, selamanya.
Halaman Sekolah, Arena Bermain dan Belajar
Halaman sekolah, arena bermain dan belajar,
Tempat berlarian, tertawa terbahak, tanpa sadar.
Bola ditendang, tali dilompat tinggi,
Membangun persahabatan, yang tulus dan murni.
Di bawah rindangnya pohon beringin,
Kita beristirahat, bercerita dengan riang.
Mimpi-mimpi kecil kita rajut bersama,
Tentang cita-cita, tentang masa depan yang cerah.
Terik matahari tak terasa panas,
Saat bermain bersama teman sekelas.
Lumpur dan debu tak jadi penghalang,
Untuk meraih kemenangan, dalam setiap pertandingan.
Upacara Bendera, Kebanggaan Nasional
Setiap Senin pagi, upacara bendera digelar,
Merah Putih berkibar, semangat berkobar.
Lagu Indonesia Raya dinyanyikan lantang,
Menumbuhkan rasa cinta tanah air, takkan hilang.
Barisan rapi, seragam putih merah,
Menghormati bendera, dengan penuh khidmat.
Amanat pembina upacara didengarkan seksama,
Tentang pentingnya belajar, demi bangsa dan negara.
Panas terik tak menghalangi semangat,
Untuk mengikuti upacara dengan cermat.
Kebanggaan sebagai anak Indonesia,
Terpancar dari wajah, penuh dengan asa.
Pelajaran Pertama, Membuka Jendela Dunia
Pelajaran pertama, membuka jendela dunia,
Mengenal angka, huruf, dan warna.
Dari abjad yang sederhana, hingga kalimat yang bermakna,
Ilmu pengetahuan terus bertambah, tak ada habisnya.
Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS,
Semua dipelajari dengan tekun dan keras.
Meskipun kadang terasa sulit dan membingungkan,
Namun semangat untuk belajar tak pernah padam.
Guru membimbing dengan sabar dan teliti,
Menjelaskan setiap konsep, dengan bahasa yang dimengerti.
Soal-soal latihan dikerjakan bersama,
Membangun pemahaman, yang kuat dan kokoh.
Kenangan Manis, Takkan Pernah Terlupakan
Kenangan manis di sekolah dasar,
Takkan pernah terlupakan, selalu membekas.
Masa-masa indah bersama teman dan guru,
Terukir abadi dalam hati, takkan pernah layu.
Meskipun waktu terus berlalu,
Namun kenangan itu tetap hidup dalam kalbu.
Senyum, tawa, tangis, dan suka duka,
Semua menjadi bagian dari perjalanan hidup kita.
Sekolah dasar, oh sekolah dasar,
Tempat pertama langkahku terasar.
Terima kasih atas semua yang kau berikan,
Ilmu, pengalaman, dan kenangan yang tak terlupakan.
Mimpi dan Cita-cita, Terbang Tinggi Menjelajah Angkasa
Sekolah dasar adalah tempat mimpi bersemi,
Cita-cita dilukiskan, setinggi langit.
Dokter, guru, insinyur, dan astronot,
Semua bermula dari bangku sekolah, yang sangat berbobot.
Semangat belajar tak pernah padam,
Demi meraih mimpi, yang telah diidam-idamkan.
Dengan kerja keras dan doa yang tulus,
Semoga cita-cita dapat terwujud, dengan sukses dan mulus.
Sekolah dasar adalah fondasi yang kuat,
Untuk membangun masa depan yang cerah dan hebat.
Ilmu dan karakter yang telah dibentuk,
Akan menjadi bekal, dalam menghadapi hidup yang penuh dengan gejolak.
Perpisahan, Bukan Akhir Segalanya
Perpisahan tiba, air mata berlinang,
Berpisah dengan teman dan guru tersayang.
Namun perpisahan bukanlah akhir segalanya,
Melainkan awal dari petualangan yang baru, menantang.
Kenangan indah akan selalu tersimpan,
Dalam hati dan pikiran, takkan pernah terbenam.
Persahabatan yang telah terjalin erat,
Akan tetap terjaga, meskipun jarak memisahkan, sangat.
Sekolah dasar telah memberikan yang terbaik,
Untuk bekal di masa depan, yang semakin kompleks.
Dengan ilmu dan karakter yang kuat,
Kita siap menghadapi tantangan, dan meraih cita-cita yang hebat.
Sekolah SD: Lebih dari Sekadar Bangunan
Sekolah SD bukan hanya sekadar bangunan,
Melainkan rumah kedua, tempat kita bernaung.
Tempat kita belajar, bermain, dan tumbuh,
Menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan teguh.
Kenangan di sekolah dasar akan selalu abadi,
Menjadi bagian dari perjalanan hidup ini.
Terima kasih sekolah dasar, atas semua yang kau beri,
Kau adalah bagian terpenting dari diri ini, sampai mati.

