sekolahmakassar.com

Loading

contoh proposal kegiatan sekolah

contoh proposal kegiatan sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah: Panduan Lengkap dan Mendalam

I. Judul Kegiatan: Pentingnya judul yang menarik dan relevan tidak bisa diremehkan. Judul harus mencerminkan inti dari kegiatan yang diusulkan dan menarik perhatian pembaca. Contoh:

  • “Gebyar Seni dan Budaya Sekolah: Melestarikan Warisan, Menginspirasi Generasi”
  • “Pekan Literasi Sekolah: Membangun Generasi Pembaca, Menuju Indonesia Cerdas”
  • “Festival Kewirausahaan Muda: Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship Sejak Dini”
  • “Pelatihan Kepemimpinan Siswa: Membentuk Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas”
  • “Bakti Sosial Sekolah: Peduli Sesama, Tingkatkan Solidaritas”

II. Latar belakang: Bagian ini menjelaskan alasan mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan. Harus ada justifikasi yang kuat, didukung data atau observasi. Contoh:

  • Gebyar Seni dan Budaya: “Kurangnya apresiasi siswa terhadap seni dan budaya tradisional, serta pengaruh budaya asing yang semakin kuat, mendorong kami untuk mengadakan kegiatan ini. Data menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan seni budaya menurun dalam tiga tahun terakhir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap seni dan budaya Indonesia.”
  • Pekan Literasi: “Rendahnya minat baca siswa menjadi perhatian utama. Hasil survei menunjukkan bahwa hanya 10% siswa yang membaca buku non-pelajaran secara rutin. Pekan Literasi diharapkan dapat menumbuhkan minat baca siswa, meningkatkan kemampuan menulis, dan memperluas wawasan.”
  • Festival Kewirausahaan: “Era globalisasi menuntut siswa untuk memiliki jiwa entrepreneurship. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan berwirausaha kepada siswa, sehingga mereka siap menghadapi tantangan di masa depan. Kami mengamati bahwa banyak siswa memiliki ide bisnis yang kreatif, namun belum memiliki wadah untuk mewujudkannya.”
  • Pelatihan Kepemimpinan: “Organisasi siswa di sekolah membutuhkan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan siswa, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Kami melihat adanya kebutuhan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan di OSIS dan organisasi ekstrakurikuler lainnya.”
  • Bakti Sosial: “Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial pada siswa merupakan tanggung jawab sekolah. Kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Kami memilih panti asuhan sebagai target karena kami melihat adanya kebutuhan mendesak di sana.”

III. Tujuan Kegiatan: Tujuan harus SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Contoh:

  • Gebyar Seni dan Budaya:
    • Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan seni budaya sebesar 50% dibandingkan tahun sebelumnya.
    • Menyelenggarakan pameran seni yang menampilkan karya siswa dan seniman lokal.
    • Meningkatkan pemahaman siswa tentang seni dan budaya Indonesia melalui workshop dan diskusi.
  • Pekan Literasi:
    • Meningkatkan minat baca siswa sebesar 30% dalam jangka waktu satu semester.
    • Menyelenggarakan lomba menulis, membaca puisi, dan bercerita.
    • Mendatangkan penulis dan tokoh inspiratif untuk memberikan motivasi kepada siswa.
  • Festival Kewirausahaan:
    • Melatih siswa dalam membuat proposal bisnis dan presentasi yang efektif.
    • Menyelenggarakan bazaar yang menampilkan produk-produk kreatif siswa.
    • Memberikan penghargaan kepada siswa dengan ide bisnis terbaik.
  • Pelatihan Kepemimpinan:
    • Meningkatkan kemampuan komunikasi siswa sebesar 40% berdasarkan hasil pre-test dan post-test.
    • Melatih siswa dalam memimpin rapat dan mengambil keputusan yang efektif.
    • Meningkatkan rasa tanggung jawab dan integritas siswa.
  • Bakti Sosial:
    • Mengumpulkan donasi berupa pakaian layak pakai, makanan, dan perlengkapan sekolah untuk panti asuhan.
    • Menyelenggarakan kegiatan bermain dan belajar bersama anak-anak panti asuhan.
    • Meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.

IV. Sasaran Kegiatan: Menjelaskan siapa yang menjadi target dari kegiatan ini. Contoh:

  • Gebyar Seni dan Budaya: Seluruh siswa SMP/SMA/SMK (sebutkan nama sekolah)
  • Pekan Literasi: Siswa kelas VII-IX SMP (sebutkan nama sekolah)
  • Festival Kewirausahaan: Siswa kelas XI dan XII SMA/SMK (sebutkan nama sekolah) jurusan IPS/Bisnis
  • Pelatihan Kepemimpinan: Pengurus OSIS dan perwakilan organisasi ekstrakurikuler (sebutkan nama sekolah)
  • Bakti Sosial: Siswa, guru, dan staf (sebutkan nama sekolah), serta anak-anak panti asuhan (sebutkan nama panti asuhan).

V. Waktu dan Tempat Pelaksanaan: Harus detail dan spesifik. Contoh:

  • Gebyar Seni dan Budaya: Tanggal 10-12 November 2024, Aula dan Lapangan Sekolah (sebutkan nama sekolah)
  • Pekan Literasi: Tanggal 17-21 Februari 2025, Perpustakaan, Kelas, dan Aula Sekolah (sebutkan nama sekolah)
  • Festival Kewirausahaan: Tanggal 24-25 Mei 2025, Lapangan Sekolah (sebutkan nama sekolah)
  • Pelatihan Kepemimpinan: Tanggal 7-8 Maret 2025, Ruang Pertemuan Sekolah (sebutkan nama sekolah)
  • Bakti Sosial: Pengumpulan Donasi: 1-30 April 2025, Pelaksanaan: 4 Mei 2025, Panti Asuhan (sebutkan nama panti asuhan).

VI. Bentuk Kegiatan: Menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan. Contoh:

  • Gebyar Seni dan Budaya: Pameran seni, pertunjukan seni tradisional, workshop seni, lomba menggambar, lomba mewarnai, lomba tari tradisional, bazar makanan tradisional.
  • Pekan Literasi: Lomba menulis cerpen, lomba membaca puisi, lomba bercerita, bedah buku, talkshow dengan penulis, workshop menulis kreatif, pameran buku.
  • Festival Kewirausahaan: Pelatihan pembuatan proposal bisnis, pelatihan presentasi, bazaar produk siswa, lomba ide bisnis terbaik, seminar kewirausahaan.
  • Pelatihan Kepemimpinan: Seminar kepemimpinan, workshop komunikasi efektif, simulasi rapat, games kepemimpinan, studi kasus.
  • Bakti Sosial: Pengumpulan donasi, kunjungan ke panti asuhan, kegiatan bermain dan belajar bersama anak-anak panti asuhan, penyerahan donasi.

VII. Susunan Panitia: Mencantumkan nama-nama panitia dan jabatan masing-masing. Pastikan panitia memiliki kompetensi yang sesuai. Contoh:

  • Pelindung: Kepala Sekolah (sebutkan nama)
  • Penanggung Jawab: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (sebutkan nama)
  • Ketua Panitia: (sebutkan nama)
  • Wakil Ketua Panitia: (sebutkan nama)
  • Sekretaris: (sebutkan nama)
  • Bendahara: (sebutkan nama)
  • Seksi Acara: (sebutkan nama dan anggota)
  • Seksi Humas: (sebutkan nama dan anggota)
  • Seksi Perlengkapan: (sebutkan nama dan anggota)
  • Seksi Konsumsi: (sebutkan nama dan anggota)
  • Seksi Dokumentasi: (sebutkan nama dan anggota)

VIII. Anggaran Pendanaan: Rincian biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan. Harus realistis dan transparan. Contoh:

  • Kesekretariatan:
    • Pembuatan proposal: Rp. 100.000
    • Surat menyurat: Rp. 50.000
    • Penggandaan materi: Rp. 200.000
  • Acara:
    • Honorarium pengisi acara: Rp. 1.000.000
    • Hadiah lomba: Rp. 500.000
    • Dekorasi panggung: Rp. 300.000
  • Perlengkapan:
    • Sound System Sewa : Rp. 800.000
    • Peralatan lomba: Rp. 200.000
  • Konsumsi:
    • Konsumsi panitia: Rp. 400.000
    • Konsumsi peserta: Rp. 600.000
  • Humas:
    • Publikasi dan promosi: Rp. 300.000
  • Dokumentasi:
    • Biaya cetak foto dan video: Rp. 200.000
  • Yang lain: Rp.